Liputan Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Bersama Ustadz Dimas Adista Menghidupkan Spirit Keteladanan Rasulullah di Tengah Umat
https://www.youtube.com/watch?v=Cm3Vb-TcvE8
Liputan Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Bersama Ustadz Dimas Adista
Menghidupkan Spirit Keteladanan Rasulullah di Tengah Umat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu
momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia, tradisi
memperingati kelahiran Rasulullah SAW bukan hanya sekadar acara seremonial,
melainkan juga menjadi ruang spiritual untuk menumbuhkan rasa cinta, meneladani
akhlak mulia, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Tahun ini, Masjid Baitul Ilmi kembali menyelenggarakan
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M dengan penuh
semangat. Acara digelar pada hari Jumat tanggal 22 September 2025 bertempat di Smp Labschool Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai kalangan mulai
dari pengurus, tokoh masyarakat, santri, siswa-siswi, hingga jamaah umum.
Kehadiran mereka menunjukkan betapa besar kecintaan umat kepada Baginda Nabi
Muhammad SAW.
Yang istimewa, acara tahun ini menghadirkan muballigh muda
yang tengah dikenal luas dengan ceramahnya yang menyejukkan dan dekat dengan
semua kalangan, yaitu Ustadz Dimas Adista. Kehadiran beliau menjadi
magnet tersendiri, sehingga jamaah yang hadir memadati tempat acara hingga
penuh.
Persiapan Panitia dan Semarak Dekorasi
Sejak beberapa minggu sebelumnya, panitia pelaksana telah
bekerja keras menyiapkan segala sesuatu agar acara Maulid Nabi berjalan lancar.
Mulai dari pembentukan kepanitiaan, koordinasi dengan berbagai pihak, hingga
penyusunan susunan acara yang matang.
Dekorasi tempat acara tampak meriah namun tetap bernuansa
Islami. Di bagian panggung utama terpasang kaligrafi besar bertuliskan “Maulid
Nabi Muhammad SAW 1447 H”, dihiasi dengan hiasan bunga dan lampu-lampu
sederhana yang memperindah suasana. Di sisi kanan dan kiri, bendera hijau dan
putih berkibar, melambangkan kedamaian serta kemurnian iman.
Para remaja masjid dan siswa-siswi pun ikut berpartisipasi.
Ada yang menyiapkan konsumsi, ada yang mengatur kursi, hingga memastikan sound
system berfungsi baik agar ceramah Ustadz dapat terdengar jelas ke seluruh
penjuru ruangan. Persiapan ini membuktikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya
tugas pengurus, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan lintas generasi.
Jalannya Acara
Acara dimulai tepat pukul 6.30 dengan
pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suara merdu qari menggema, menambah kesakralan
suasana dan mengingatkan semua hadirin akan pentingnya Al-Qur’an sebagai
pedoman hidup umat Islam.
Setelah itu, hadirin bersama-sama melantunkan shalawat
kepada Rasulullah SAW. Gemuruh suara shalawat menjadikan suasana begitu syahdu.
Banyak jamaah terlihat meneteskan air mata, merasakan kedekatan spiritual
dengan Nabi yang sangat mereka cintai meski tak pernah bertemu secara langsung.
Sambutan dari ketua panitia dan tokoh masyarakat juga
memberikan semangat. Mereka menegaskan bahwa peringatan Maulid bukanlah sekadar
acara tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen meneladani akhlak
Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah Ustadz Dimas Adista
Puncak acara adalah penyampaian tausiyah oleh Ustadz
Dimas Adista. Dengan gaya ceramahnya yang santai, komunikatif, namun penuh
makna, beliau berhasil memikat perhatian jamaah sejak awal.
1. Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan Akhlak
Ustadz Dimas membuka ceramah dengan menegaskan bahwa Nabi
Muhammad SAW adalah manusia pilihan Allah yang diutus untuk menyempurnakan
akhlak umat manusia. Beliau mengutip sabda Rasulullah:
"Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq"
(Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia).
Menurut Ustadz Dimas, di tengah kondisi zaman yang penuh
dengan tantangan moral, umat Islam harus kembali menjadikan Rasulullah sebagai
teladan utama. Rasulullah bukan hanya seorang pemimpin agama, tetapi juga
pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat, dan negarawan yang bijaksana.
2. Keteladanan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Beliau kemudian menjabarkan beberapa akhlak Rasulullah yang
relevan untuk diteladani:
- Kejujuran:
Rasulullah mendapat gelar Al-Amin karena selalu berkata benar dan
dapat dipercaya. Umat Islam harus menghindari kebohongan, baik dalam
perdagangan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.
- Amanah:
Nabi selalu menunaikan janji dan tidak pernah berkhianat. Umat Islam pun
harus menjaga tanggung jawab, sekecil apa pun itu.
- Kasih
Sayang: Rasulullah selalu menunjukkan kasih sayang, tidak hanya kepada
keluarga dan sahabat, tetapi juga kepada musuh sekalipun.
- Kesederhanaan:
Meski beliau seorang pemimpin besar, gaya hidup Nabi sangat sederhana. Hal
ini menjadi teladan agar umat tidak terjebak dalam gaya hidup mewah
berlebihan.
3. Tantangan Era Digital
Dalam ceramahnya, Ustadz Dimas juga mengaitkan keteladanan
Rasulullah dengan kehidupan modern, terutama di era digital. Menurutnya, salah
satu tantangan besar umat Islam saat ini adalah menjaga akhlak dalam bermedia
sosial.
“Sering kali kita lupa, bahwa jari-jemari kita juga akan
dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Komentar kasar, fitnah, hoaks,
dan ujaran kebencian yang kita sebarkan di media sosial bisa menjadi dosa
besar,” tegas beliau.
Karena itu, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan media
sosial sebagai sarana dakwah, berbagi kebaikan, dan mempererat silaturahmi,
bukan sebaliknya.
4. Cinta kepada Rasulullah
Ustadz Dimas menutup tausiyah dengan ajakan memperbanyak
shalawat. Menurut beliau, shalawat bukan hanya bentuk cinta kepada Nabi, tetapi
juga wasilah turunnya rahmat Allah kepada umat.
“Kalau kita benar-benar cinta kepada Rasulullah, buktikan
dengan amal. Ikuti sunnahnya, teladani akhlaknya, perbanyak shalawat. Insya
Allah hidup kita penuh berkah,” pungkasnya.
Antusiasme Jamaah
Suasana saat tausiyah berlangsung sangat khidmat. Jamaah
menyimak dengan seksama, sesekali mengangguk tanda setuju. Tidak sedikit yang
mencatat pesan-pesan penting yang disampaikan Ustadz Dimas.
Anak-anak muda pun terlihat antusias. Mereka merasa gaya
ceramah Ustadz Dimas yang lugas, penuh humor ringan namun tetap substansial,
sangat cocok dengan jiwa generasi milenial. “Biasanya kalau ceramah panjang itu
ngantuk, tapi kalau sama Ustadz Dimas terasa ringan tapi tetap dalam,” ujar
salah seorang peserta.
Doa Bersama dan Penutup
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang
dipimpin langsung oleh Ustadz Dimas Adista. Dalam doa tersebut, beliau
memohonkan keberkahan hidup, kesehatan, keselamatan, serta keteguhan iman bagi
seluruh jamaah dan umat Islam pada umumnya.
Doa bersama itu membuat suasana semakin haru. Banyak jamaah
yang meneteskan air mata, merasakan kehangatan spiritual yang mendalam.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah. Jamaah
dipersilakan menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan panitia.
Hidangan itu bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan syukur
atas nikmat Allah SWT.
Makna dan Refleksi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Ustadz Dimas
Adista kali ini memberikan banyak pelajaran berharga:
- Cinta
kepada Rasulullah harus diwujudkan dalam amal nyata, bukan sekadar
ucapan.
- Keteladanan
Nabi relevan sepanjang zaman, termasuk untuk menghadapi tantangan era
digital.
- Persaudaraan
dan kebersamaan adalah kunci kekuatan umat. Melalui Maulid, umat Islam
diajak untuk mempererat silaturahmi dan saling menguatkan.
- Kegiatan
Maulid tidak hanya memperkaya rohani, tetapi juga menumbuhkan semangat
sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan adanya acara ini, diharapkan jamaah semakin memahami
pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan.
Penutup
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H bersama
Ustadz Dimas Adista telah berjalan dengan sukses dan penuh keberkahan. Acara
ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi umat untuk
senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, menjaga
ukhuwah, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Harapan besar dari acara ini adalah agar semangat
keteladanan Rasulullah tidak hanya terasa saat peringatan Maulid, tetapi terus
hidup dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Sebab, hanya dengan meneladani
beliau, umat Islam dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Waduh sangat bagus menurut saya Must Read
ReplyDeletekeren banget kamil, sangat informatif
ReplyDeleteAllahuakbar bagus banget
ReplyDeleteWow, ini acara keren juga ternyata dan blognya rapih
ReplyDeleteSangat Keren dan inspiratif
ReplyDeletekeren
ReplyDelete